6 Agu 2026
Bagi setiap siswa yang melangkahkan kaki ke Puratos Bakery School, perjalanan yang mereka tempuh selalu unik. Ada yang datang dengan kecintaan terhadap dunia baking sejak kecil, sementara yang lain menemukan bakatnya seiring berjalannya waktu. Namun, mereka memiliki satu kesamaan: keinginan untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan melalui seni dan keterampilan di bidang roti, pastry, dan cokelat.
Di seluruh jaringan Puratos Bakery School Foundation, para siswa mengembangkan keterampilan teknis, kreativitas, disiplin, dan rasa percaya diri yang menjadi bekal penting untuk memasuki dunia kerja dan meraih masa depan yang lebih baik.
Tidak semua siswa memulai perjalanan mereka dengan mengetahui secara pasti ke mana arah yang akan mereka tuju.
Bagi Valentina dari Rumania, ketertarikan terhadap makanan manis dan pastry perlahan berkembang menjadi sebuah passion. Kreativitas yang ada di balik pembuatan hidangan penutup menginspirasinya untuk menempuh pendidikan profesional dan terus mengasah kemampuannya.
Di Afrika Selatan, Philiswa Yoyi tertarik pada berbagai peluang yang dapat diciptakan melalui dunia baking, serta kreativitas yang muncul ketika bekerja di dapur. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu kemudian berkembang menjadi jalan yang bermakna untuk pertumbuhan pribadi maupun profesional.
Sementara itu, bagi Ebrar Duru Gök dari Turki, bergabung dengan Bakery School membuka pintu menuju masa depan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Meski awalnya belum mengenal profesi ini secara mendalam, ia akhirnya menemukan kecintaan yang tulus terhadap dunia pastry dan kini bercita-cita menjadi seorang pastry chef yang sukses.
Kisah-kisah mereka menunjukkan satu kenyataan penting: bakat sering kali muncul ketika seseorang diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi dan mengembangkannya.
Di Bakery School, para siswa tidak hanya belajar membuat roti, pastry, kue, dan kreasi cokelat. Pembelajaran yang mereka peroleh jauh melampaui sekadar keterampilan teknis.
Dalam berbagai wawancara, para siswa secara konsisten menekankan pentingnya kemampuan seperti ketelitian, organisasi, disiplin, kerja sama tim, kesabaran, dan manajemen waktu.
Michelle Baroudy dari Lebanon menjelaskan bahwa sekolah ini menggabungkan pelatihan teknis dengan pembentukan disiplin profesional. Pendekatan ini membantu siswa memahami tidak hanya keterampilan membuat produk, tetapi juga tanggung jawab yang menyertai pekerjaan di dapur profesional.
Sementara itu, Roberto Valdéz Fragoso dari Meksiko menyoroti pentingnya kesabaran, kreativitas, dan semangat untuk terus belajar. Menurutnya, dunia baking adalah profesi yang selalu menawarkan ruang untuk berkembang dan tidak pernah berhenti memberi pelajaran baru.
Melalui metode pembelajaran praktik langsung, para siswa memperoleh pengalaman nyata sekaligus membangun pola pikir dan kebiasaan profesional yang mendukung kesuksesan jangka panjang.
Salah satu tujuan utama Bakery School Foundation adalah mempersiapkan siswa agar siap menghadapi lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Para siswa belajar menggunakan peralatan profesional, mengikuti prosedur kerja dengan baik, mengelola tenggat waktu, serta menjaga standar kualitas dan kebersihan yang tinggi.
Beberapa siswa mengungkapkan bahwa pengalaman di Bakery School telah memberikan mereka kepercayaan diri untuk melangkah ke industri secara langsung. Sebagian bahkan telah menyelesaikan program magang yang memberikan pengalaman berharga di toko roti dan lingkungan kerja pastry profesional.
Dengan menjembatani dunia pendidikan dan industri, Bakery School membantu siswa memahami tidak hanya cara membuat produk berkualitas, tetapi juga kompetensi yang dibutuhkan untuk berhasil dalam lingkungan kerja profesional.
Ketika ditanya tentang cita-cita mereka, jawabannya sangat beragam, mencerminkan latar belakang dan impian masing-masing.
Ada yang bercita-cita menjadi pastry chef, ada yang ingin bekerja di industri bakery, melanjutkan pendidikan, atau bahkan suatu hari membangun usaha sendiri.
Ava Jost dari Amerika Serikat berharap dapat membangun karier di bidang baking dan seni pastry. Valentina membayangkan dirinya mengumpulkan pengalaman terlebih dahulu sebelum suatu saat membuka bisnis sendiri. Roberto ingin terus mengembangkan usaha yang telah dirintisnya, sementara Michelle bercita-cita menggabungkan pengalaman profesional dengan ambisi jangka panjang untuk berwirausaha.
Meski memiliki tujuan yang berbeda-beda, mereka disatukan oleh satu hal yang sama: keyakinan bahwa masa depan menawarkan banyak peluang untuk diraih.
Puratos Bakery School Foundation didirikan dengan visi yang jelas: membantu generasi muda mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, dan peluang profesional melalui pendidikan di bidang bakery.
Kisah para siswa ini menunjukkan dampak nyata dari misi tersebut. Mereka tidak hanya mempelajari sebuah keterampilan, tetapi juga membangun karier, memperkuat komunitas, dan berkontribusi pada masa depan industri bakery.
Karena ketika bakat dipupuk melalui pendidikan yang tepat, hasilnya akan melampaui ruang kelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.